Senin, 25 April 2016

Bagaimana mengukur prestasi anak?

Terhitung sudah tiga tahun kurikulum 2013 diberlakukan. Sampai saat ini banyak orang tua masih kebingungan untuk melihat hasil raport anaknya. Apa lagi nanti kurikulum 2013 diberlakukan secra nasional.

Hal ini disebabkan oleh tampilan yang sangat berbeda dari kurikulum sebelumnya. Raport Kurikulum 2013 yang tidak lagi mencamtumkan nilai dan angka-angka serta juga rangking tetapi hasil belajar anak dijabarkan dalam bentuk deskripsi.

Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dimana hasil belajar merupakan penilaian yang berasal dari beberapa kompetensi. Hasil belajar yang lebih menitik beratkan pada capaian-capaian parsial dari mata pelajaran yang dipelajari. Bukan nilai rata-rata dari masing-masing mata pelajaran.

Mungkin sebahagian kita masih bingung dengan apa itu kompetensi. Menurut saya ringkasnya kompetensi adalah materi-materi pokok dari pembelajaran. Misalnya untuk pelajaran matematika terdiri dari empat materi yang diajarkan yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Ke empat materi inilah yang kita sebut dengan kompetensi.

Kompetensi ini yang akan dideskripsi dalam raport anak-anak kita. Dengan demikian kita dapat melihat sejauh mana anak kita menguasai materi yang diajarkan. Apakah anak kita dapat menguasai materi yang diajarkan dengan predikat sangat baik, baik, cukup atau kurang. 
Deskripsi nilai tertinggi dan nilai terendah
Dalam tabel diatas dapat kita lihat hasil belajar anak dengan predikat yang seterusnya akan dideskripsikan dengan nilai tertinggi dan terendah

Jika predikat A maka deskripsi untuk nilai tertingginya sangat baik.
Jika predikat B deskripsi untuk nilai tertinggi baik dan nilai terendah perlu peningkatan.
Jika predikat C deskripsi untuk nilai tertinggi cukup dan nilai terendah perlu bimbingan.
Jika predikat D deskripsi untuk nilai tertinggi kurang dan terendah perlu bimbingan intensif.

Bagaimana dengan mengukur prestasinya?.
Pertama dengan memperhatikan nilai predikat anak apakah berada direntang A, B, C atau D dan Kedua dengan memperhatikan kompetensi yang dikuasai anak apakah hanya satu atau lebih pada kompetensi nilai tertinggi.
Untuk deskripsi dengan nilai terendah maka perlu menjadi perhatian bagi orang tua dan guru untuk meningkatkan pembelajaran bagi anak terutama untuk yang memerlukan bimbingan intensif.

Sabtu, 23 April 2016

Pengolahan Nilai Raport

Ada tiga kriteria yang perlu menjadi perhatian dalam pengolahan nilai raport antara lain.

Screen Shoot Pedoman Penilaian Rapor SD hal 61

Rentang Nilai dan Predikat

Menentukan rentang nilai dan predikat yang akan dipakai apakah mengikuti pedoman penilaian nasional atau ada perubahan. Intinya sekolah mempunyai kebijakan penuh untuk menentukannya. Dengan demikian rentang nilai antar sekolah bisa saja berbeda satu sama lain. 
Rentang Nilai dan Predikat Nasional

Kompetensi Dasar

Memotong atau mengubah kata-kata baku dari standar kompetensi dasar. Sehingga kata-kata dari kompetensi dasar tidak terlalu panjang atau juga berulang-ulang yang akan membuat hasil deskripsi jadi kurang informatif.


Contoh KD 3.1 Bahasa Indonesia Kelas 2
Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.

Cukup ditulis
Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam.



Nilai tertinggi dan Nilai terendah
Ini syarat mutlak dalam penulisan deskripsi adalah nilai tertinggi dan terendah (Lihat screen shoot Pedoman  Penilaian Rapor SD point f). Jika beberapa kompetensi dasar mendapatkan nilai tertinggi atau nilai terendah maka semuanya dideskripsikan.

Perolehan nilai tertinggi dan terendah per KD
Seperti tabel diatas maka nilai raport adalah rata-rata KD 3.1 - KD 3.5 yaitu 89.20 dengan predikat A, sedangkan nilai yang akan dideskripsikan adalah KD 3.1 dan KD  3.5. yang mempunyai nilai tertinggi dan nilai terendah.

Sabtu, 16 April 2016

Mencetak lebih banyak data

Mencetak dua sisi sudah kita bahas sekarang mencetak dua sisi dengan beberapa data. Misalnya kelas 1 punya 30 orang siswa. Apakah kita cetak sekaligus 30 siswa atau  setengahnya 15 siswa atau juga sepertiga 10 siswa.

Untuk mencetak dengan banyak data yang perlu diperhatikan :
Jumlah halaman yang terpakai untuk mencetak satu data (siswa)
Jumlah halaman harus genap, jika ganjil maka sediakan halaman kosong agar jumlah halamannya menjadi genap.

Daya tampung kertas di tray (tempat kertas) printer.

Ketersediaan kertas ditray printer sesuai dengan kemampuan dan penggunaannya. Printer rumahan yang kemampuan cetaknya kecil biasanya tempat kertas yang ada diprinter sekitar 50 lembar. Untuk kantor kecil hingga 100 lembar dan kantor yang mempunyai jaringan printer hingga 250 lembar bahkan ada yang sampai 500 lembar.

Sekarang kita hitung berapa data yang harus kita cetak? Apakah sekaligus, setengahnya, atau sepertiganya. Kita ambil contoh printer yang kita pergunakan adalah printer rumahan dengan daya tampung kertas 50 lembar.

Satu siswa jika membutuhkan lima halaman untuk mencetak rapor sama dengan tiga lembar kertas. Maka dapat kita bagi 50 lembar dengan 3 = 16.67 dibulatkan menjadi 15 siswa. Jadi sekali cetak rapor untuk 15 belas siswa.

Perlu kami jelaskan bahwa printer juga mempunyai memory untuk memproses cetak hanya saja memory yang digunakan kecil dibanding memory komputer. Agar proses cetak bisa lebih cepat, kurangi data yang akan dicetak jadi 10 siswa saja.

Screen shoot dibawah ini proses cetak dengan banyak data.
Pilih Finish & Merge. Edit Individual Documents..
Edit Mail Merge

Pilih data yang akan di edit pilihannya all untuk semua, current record untuk data yang sedang tampil atau from untuk menandai data berapa saja yang akan diedit.
Jumlah data


Masukan data persepuluh artinya pilih data dari data 1 ke data 10. Edit tampilannya dan cetak. Ulangi kembali dan pilih data 11 hingga 20 dan seterusnya data 21 hingga 30. 

Cara mencetak rapor dua sisi

Tidak cukup bila penjelasan mengenai input data di excel kemudian menghubungkan ke word dengan mail merge tanpa mengulas bagaimana cara mencetak dua sisi yang lebih dikenal dengan metode duplex.



Mencetak duplex ada yang manual dan ada yang otomatis. Fasilitas duplex atau cetak dua sisi ini tidak semua printer menyediakannya. Untuk jenis printer terbaru umumnya sudah menggunakan cetak dua sisi manual.



Cara penggunaannya bisa di lihat di screenshoot dibawah ini :

Buka menu printer. Klik properties

Properties menu 

Tandai On. OK

page layout 



Print semua dokumen. Setelah selesai anda diminta untuk membalikkan/memutar posisi kertas selanjutnya tekan enter untuk mencetak halaman sebelahnya. Dokumen anda telah dicetak dua sisi.



Bagaimana jika printer yang kita punya tidak fasilitas cetak dua sisi ?. Screenshoot dibawah ini akan menjelaskan bagaimana mencetak dua sisi tanpa fasilitas cetak dua sisi dari printernya.


Buka menu printer. Pilih OddPages untuk mencetak semua halaman ganjil. Print OK. Tunggu semua halaman ganjil tercetak semua dan balikan/putar posisi kertas untuk mencetak halaman genap. OK

Menu printer 


Buka lagi menu printer, pilih EvenPages untuk mencetak halaman genap. Tunggu selesai. Dokumen anda sudah tercetak dengan dua sisi.
menu printer

Jumat, 15 April 2016

Petunjuk pengisian deskripsi raport dengan excel


Sebelumnya sudah kita terangkan cara menghubungkan file excel dan word dengan fasilitas mail merge. Sekarang kita ulas point-point apa saja yang akan kita input di file excelnya.

Format data sudah disesuaikan dengan format kurikulum 2013.

Untuk memasukkan data kita sediakan di Sheet Deskripsi1 untuk semester 1 dan sheet Deskripsi2 untuk semester 2. 

Sedangkan sheet Rekap1 dan Rekap2 adalah lembaran rekap nilai semester 1 dan 2. Ini digunakan untuk memproses nilai rata-rata, predikat dan deskripsinya. Diperlukan aplikasi untuk memproses data yang ada di lembaran rekap 1 dan 2.

Masukan data-data yang diperlukan dan sesuaikan dengan kode-kode pada baris pertama dari lembaran kerja ini. 

Dibawah ini adalah Kode dari masing-masing pada baris pertama lembar kerja deskripsi yang kami beri warna merah.

Ingat, jangan mengganti kode yang sudah ada!
  

Identitas Siswa

identitas siswa nama, nisn, nis

    KI 1
            Sikap Ibadah  yang dikembangkan

    KI 2
            Sikap Sosial yang dikembangkan


    KI 3
Untuk pengisian kolom KI 3 perhatikan contoh berikut :
NPAB3, PPAB3, DPAB3, ML  
kode nilai, predikat, mata pelajaran, kompetensi dan deskripsi

PAB       = Pendidikan Agama dan Budi pekerti
PKN       = Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
BIN        = Bahasa Indonesia
MTK      = Matematika
IPA        = Ilmu Pengetahuan Alam
IPS         = Ilmu Pengetahuan Sosial
SBD       = Seni Budaya dan Prakarya
PJO        = Pendidikan Jasmani dan Olahraga

ML1, ML2, ML3, ML4, ML5 = muatan lokal 1 hingga 5, awali saja awalnya dengan N, P, D contohnya NML13 untuk nilai muatan lokal 1

    KI 4
Untuk pengisian kolom KI 4 sama dengan KI 3 perhatikan contoh berikut :
Kode deskripsi KI 3 dan KI 4
    
    Kegiatan, Saran, Kondisi Siswa, Prestasi
Kegiatan
Kegiatan pramuka dan ekstra kurikuler

Kondisi Siswa
Kondisi siswa berat, tinggi badan, mata, telinga mata, gigi dan lainnya

Prestasi
     ASF1                     Aspek Fisik 1
   KASF1                  Keterangan dan Aspek Fisik 1
   ASF2                     Aspek Fisik 2
   KASF2                  Keterangan dan Aspek Fisik 2

    Absensi dan Wali Kelas
Absensi

Rabu, 13 April 2016

Mail Merge untuk Identitas Siswa


Berbeda dengan mail merge untuk deskripsi rapor.  Mail merge untuk Identitas siswa jumlah datanya lebih sedikit dan hanya digunakan untuk siswa baru atau siswa kelas satu.

Mail merge ini juga terdiri dari dua file, pertama file word berungsi sebagai format dan kedua file excel yang berfungsi sebagai tempat data.

Cara menggabungkan kedua file.
Ok. Download dulu file word yang sudah sesuai dengan format rapor dan file excelnya
Simpan file tersebut di folder yang sama. Misalnya buat folder di drive D dengan nama Identitas.

Buka file excel dan masukkan datanya seperti nama, nis, tempat tanggal lahir dan identitas lainnya. Simpan dan tutup.

Buka file word, jika ada popup jawab dengan NO. Ini hanya untuk pertama kali saja tapi jika folder dipindah maka popup seperti ini akan muncul lagi.
hubungkan atau tidak file dengan mail merge

Pilih menu Mailings
Pilih menu Select Recipents
Pilih Use Exixting List…

memulai mail merge

Cari Filename dan isikan seperti point nomor 2 "D:\RaporK13\nama file excel". Tanpa tanda petik. Klik OK

file name maile merge

OK lagi
Konfirmasi mail merge

Pilih sheet yang akan dihubungkan (sheet Identitas$)
Pilihan lembaran yang dihubungkan

File word sudah terhubung dengan excel

tampilan file mail merge


Pilih Preview Result untuk melihat hasilnya
tampilan data dengan mail merge


Hasilnya seperti yang telah dibuat di file excelnya seperti diatas nama peserta didik, nomor induk, tempat , tanggal lahir dan seterusnya.

Untuk file wordnya yang perlu anda isi adalah :
  • Nama dan identitas sekolah (halaman 2)
  • Tempat dan Tanggal rapor dibagikan
  • Nama Kepala sekolah dan NIP
  • Selebihnya data anda input di excel