Sabtu, 11 Juni 2016

Pilih Mana formula AVERAGE atau formula SUM

Apa formula excel untuk menghitung nilai rata-rata? AVERAGE, ya AVERAGE adalah formula yang disediakan excel untuk menghitung nilai rata-rata. Ternyata formula ini bisa merugikan nilai peringkat anak atau rangking dengan kecerdasan rata-rata dan rajin. Kenapa bisa begitu?
Sebelumnya perlu kita pastikan terlebih dulu bagaimana tindakan kita terhadap anak yang acuh dengan tugas-tugas yang kita berikan seperti latihan atau pr. 
Format Nilai
Dari permasalahan tersebut dapat ditentukankan opsi yang mungkin bisa kita ambil dalam memberikan penilaian. Hal ini perlu untuk menentukan formula yang tepat untuk menghitung nilai rata-rata anak. Opsi tersebut antara lain
  • Apakah kita meminta anak untuk menyelesaikan tugasnya untuk dinilai
  • Apakah kita memberi begitu saja nilai untuk tugas yang tidak dikerjakannya
  • Apakah kita mengabaikan tugas anak yang tidak dikumpulkan sehingga tidak ada nilai
Opsi 1
Jika opsi pertama kita lakukan maka formula yang kita gunakan untuk menghitung nilai rata-rata dapat menggunakan AVERAGE.
Opsi 1 dengan formula AVERAGE
Opsi 2
Jika opsi ke dua yang kita lakukan artinya kita memberikan bonus untuk setiap tugas yang tidak dikumpulkan maka formulanya juga bisa dengan menggunakan AVERAGE.
Opsi 2 dengan formula AVERAGE
Opsi 3
Opsi ke tiga ini yang berpotensi merugikan nilai peringkat atau rangking anak dengan menggunakan formula AVERAGE. Coba perhatikan hasil nilai rata antara Lani dan Edo jika dijumlahkan maka nilai Lani adalah 378 sedangkan jumlah nilai Edo adalah 278 selisih 100 point. Seharusnya nilai rata-rata Lani lebih tinggi dari nilai rata-rata Edo.
Opsi 3 dengan formula AVERAGE
Nilai Edo adalah 278 dibagi dengan 3 sama dengan 92,67. Bagaimana jika faktor pembaginya hanya dua maka jumlah nilai Edo = 190 dibagi 2 sama dengan 95. 
Sekarang coba kita perhatikan nilai rata-rata menggunakan formula  SUM dibagi faktor pembagi yaitu lima. Lima adalah jumlah semua tugas.
Opsi 3 dengan formula SUM
Nilai rata-rata Edo adalah 55.60 bandingkan dengan menggunakan formula AVERAGE. Hal ini tentu saja merugikan peringkat atau rangking dari nilai Lani yang jika dihitung menggunakan AVERAGE nilai Edo = 92.67 dan jika dihitung dengan SUM dibagi faktor pembagi = 55.60.    

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa untuk menghitung nilai rata-rata adalah dengan :
  • Menyamakan faktor pembaginya. 
  • Menentukan formula yang digunakan
  • Formula AVERAGE otomatis menentukan faktor pembagi
  • Formula SUM ditentukan faktor pembaginya 
  • Pemberian nilai bonus bisa saja dilakukan sesuai dengan pertimbangan guru.

Jumat, 06 Mei 2016

7 Langkah Menghitung Nilai Akhir MaPel


Langkah-langkah menghitung nilai mata pelajaran
  1. Jumlahkan Nilai semua KD (KD1 – KD…)
  2. Hitung Nilai Rata-rata (KD1 – KD…)
  3. Nilai Akhir Mata Pelajaran
  4. Tentukan Predikat Nilai Akhir
  5. Tentukan Nilai KD tertinggi
  6. Tentukan Nilai KD terendah
  7. Buat Deskripsi dari Nilai KD tertinggi dan KD terendah

Teruskan untuk nilai akhir mata pelajaran yang lain.

11 Langkah Menghitung Nilai Akhir KD

Langkah-langkah menghitung nilai kompetensi
  1.   Input nilai UH dari Sub Tema 1-4
  2.   Hitung nilai rata-rata UH Tema 1
  3.   Teruskan untuk Tema 2, 3 dan 4
  4.   Jumlahkan Nilai rata-rata Tema 1-4
  5.   Hasilnya dibagi 4
  6.   Rata-rata Tema 1-4 kalikan dengan 2
  7.   Input Nilai UTS
  8.   Input Nilai UAS
  9.   Jumlahkan Rata-rata Tema + UTS + UAS
  10.   Hasilnya dibagi 4
  11.   Nilai Akhir KD
Teruskan untuk Nilai Akhir KD yang lain.

Senin, 02 Mei 2016

10 Opsi Hasil Penilaian Kurikulum 2013

10 Opsi hasil penilaian deskripsi raport kurikulum 2013 dapat dilihat seperti tabel dibawah ini :
Opsi Penilaian Deskripsi
Keterangan :
Nomor 1, 5, 8, 10
Nilai tertinggi dan terendah berada pada rentang nilai yang sama
Nomor 2, 3, 4, 6, 7, 9
Nilai tertinggi dan terendah berada pada rentang yang berbeda

Senin, 25 April 2016

Bagaimana mengukur prestasi anak?

Terhitung sudah tiga tahun kurikulum 2013 diberlakukan. Sampai saat ini banyak orang tua masih kebingungan untuk melihat hasil raport anaknya. Apa lagi nanti kurikulum 2013 diberlakukan secra nasional.

Hal ini disebabkan oleh tampilan yang sangat berbeda dari kurikulum sebelumnya. Raport Kurikulum 2013 yang tidak lagi mencamtumkan nilai dan angka-angka serta juga rangking tetapi hasil belajar anak dijabarkan dalam bentuk deskripsi.

Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dimana hasil belajar merupakan penilaian yang berasal dari beberapa kompetensi. Hasil belajar yang lebih menitik beratkan pada capaian-capaian parsial dari mata pelajaran yang dipelajari. Bukan nilai rata-rata dari masing-masing mata pelajaran.

Mungkin sebahagian kita masih bingung dengan apa itu kompetensi. Menurut saya ringkasnya kompetensi adalah materi-materi pokok dari pembelajaran. Misalnya untuk pelajaran matematika terdiri dari empat materi yang diajarkan yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Ke empat materi inilah yang kita sebut dengan kompetensi.

Kompetensi ini yang akan dideskripsi dalam raport anak-anak kita. Dengan demikian kita dapat melihat sejauh mana anak kita menguasai materi yang diajarkan. Apakah anak kita dapat menguasai materi yang diajarkan dengan predikat sangat baik, baik, cukup atau kurang. 
Deskripsi nilai tertinggi dan nilai terendah
Dalam tabel diatas dapat kita lihat hasil belajar anak dengan predikat yang seterusnya akan dideskripsikan dengan nilai tertinggi dan terendah

Jika predikat A maka deskripsi untuk nilai tertingginya sangat baik.
Jika predikat B deskripsi untuk nilai tertinggi baik dan nilai terendah perlu peningkatan.
Jika predikat C deskripsi untuk nilai tertinggi cukup dan nilai terendah perlu bimbingan.
Jika predikat D deskripsi untuk nilai tertinggi kurang dan terendah perlu bimbingan intensif.

Bagaimana dengan mengukur prestasinya?.
Pertama dengan memperhatikan nilai predikat anak apakah berada direntang A, B, C atau D dan Kedua dengan memperhatikan kompetensi yang dikuasai anak apakah hanya satu atau lebih pada kompetensi nilai tertinggi.
Untuk deskripsi dengan nilai terendah maka perlu menjadi perhatian bagi orang tua dan guru untuk meningkatkan pembelajaran bagi anak terutama untuk yang memerlukan bimbingan intensif.

Sabtu, 23 April 2016

Pengolahan Nilai Raport

Ada tiga kriteria yang perlu menjadi perhatian dalam pengolahan nilai raport antara lain.

Screen Shoot Pedoman Penilaian Rapor SD hal 61

Rentang Nilai dan Predikat

Menentukan rentang nilai dan predikat yang akan dipakai apakah mengikuti pedoman penilaian nasional atau ada perubahan. Intinya sekolah mempunyai kebijakan penuh untuk menentukannya. Dengan demikian rentang nilai antar sekolah bisa saja berbeda satu sama lain. 
Rentang Nilai dan Predikat Nasional

Kompetensi Dasar

Memotong atau mengubah kata-kata baku dari standar kompetensi dasar. Sehingga kata-kata dari kompetensi dasar tidak terlalu panjang atau juga berulang-ulang yang akan membuat hasil deskripsi jadi kurang informatif.


Contoh KD 3.1 Bahasa Indonesia Kelas 2
Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.

Cukup ditulis
Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam.



Nilai tertinggi dan Nilai terendah
Ini syarat mutlak dalam penulisan deskripsi adalah nilai tertinggi dan terendah (Lihat screen shoot Pedoman  Penilaian Rapor SD point f). Jika beberapa kompetensi dasar mendapatkan nilai tertinggi atau nilai terendah maka semuanya dideskripsikan.

Perolehan nilai tertinggi dan terendah per KD
Seperti tabel diatas maka nilai raport adalah rata-rata KD 3.1 - KD 3.5 yaitu 89.20 dengan predikat A, sedangkan nilai yang akan dideskripsikan adalah KD 3.1 dan KD  3.5. yang mempunyai nilai tertinggi dan nilai terendah.

Sabtu, 16 April 2016

Mencetak lebih banyak data

Mencetak dua sisi sudah kita bahas sekarang mencetak dua sisi dengan beberapa data. Misalnya kelas 1 punya 30 orang siswa. Apakah kita cetak sekaligus 30 siswa atau  setengahnya 15 siswa atau juga sepertiga 10 siswa.

Untuk mencetak dengan banyak data yang perlu diperhatikan :
Jumlah halaman yang terpakai untuk mencetak satu data (siswa)
Jumlah halaman harus genap, jika ganjil maka sediakan halaman kosong agar jumlah halamannya menjadi genap.

Daya tampung kertas di tray (tempat kertas) printer.

Ketersediaan kertas ditray printer sesuai dengan kemampuan dan penggunaannya. Printer rumahan yang kemampuan cetaknya kecil biasanya tempat kertas yang ada diprinter sekitar 50 lembar. Untuk kantor kecil hingga 100 lembar dan kantor yang mempunyai jaringan printer hingga 250 lembar bahkan ada yang sampai 500 lembar.

Sekarang kita hitung berapa data yang harus kita cetak? Apakah sekaligus, setengahnya, atau sepertiganya. Kita ambil contoh printer yang kita pergunakan adalah printer rumahan dengan daya tampung kertas 50 lembar.

Satu siswa jika membutuhkan lima halaman untuk mencetak rapor sama dengan tiga lembar kertas. Maka dapat kita bagi 50 lembar dengan 3 = 16.67 dibulatkan menjadi 15 siswa. Jadi sekali cetak rapor untuk 15 belas siswa.

Perlu kami jelaskan bahwa printer juga mempunyai memory untuk memproses cetak hanya saja memory yang digunakan kecil dibanding memory komputer. Agar proses cetak bisa lebih cepat, kurangi data yang akan dicetak jadi 10 siswa saja.

Screen shoot dibawah ini proses cetak dengan banyak data.
Pilih Finish & Merge. Edit Individual Documents..
Edit Mail Merge

Pilih data yang akan di edit pilihannya all untuk semua, current record untuk data yang sedang tampil atau from untuk menandai data berapa saja yang akan diedit.
Jumlah data


Masukan data persepuluh artinya pilih data dari data 1 ke data 10. Edit tampilannya dan cetak. Ulangi kembali dan pilih data 11 hingga 20 dan seterusnya data 21 hingga 30.